Media InfoXpos.com – Tangerang – Proyek Hotmix di Kampung Pos Bitung RT. 02/04 Desa Kadu, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang diduga dikerjakan oleh kontraktor nakal yang dengan sengaja mengurangi ketebelan agregat dan hotmix, demi keuntungan pribadi atau kelompok tanpa memikirkan hasil dari pekerjaan.
Berdasarkan papan informasi, pelaksa kegiatan dikerjakan oleh CV. Duta Mitra Contruksi yang menguras anggaran dari APBD Kabupaten Tangerang dengan nilai : Rp. 99.778.000,- melalui Kecamatan Curug.
Dari penelusuran Awak Media dilokasi, tidak terlihat adanya pelaksana dari CV. Duta Mitra Contruksi untuk mengontrol para pekerja yang diduga sengaja bersembunyi supaya sulit untuk dikonfirmasi langsung oleh para Awak Media, terkait pekerjaan hotmix yang tak sesuai spesifikasi, standar atupun kualitas.
Jelas terlihat, diduga kontraktor melakukan kecurangan dengan mengurangi bahan matrial dengan cara tambal sulam dan agregat yang digelar tipis. Lebih parah lagi, diduga kuat mengurangi ketebalan hotmix. Karena, menurut dari perhitungan panjang, lebar dan ketebalan pekerjaan hotmix yang digelar seharusnya 33 ton.
Sedangkan, menurut keterangan sopir colt diesel yang mengangkut hotmix ke lokasi. Hanya Dua kali menghantar hotmix untuk proyek dan tak dibekali surat jalan.
“Dua mobil doank bang, kalo surat jalan gak ada sudah di ambil di sana,” beber sopir.
Dengan ada hal itu, Wahyu aktivis pengamat pembangunan pemerintah angkat bicara. Jika benar yang digelar hanya Dua colt diesel, berarti penggunaan hotmix hanya 18 ton.
“Jika dikalkulasikan keseluruhan volume proyek panjang, lebar dan ketebalan yang biasanya di RAB. Seharusnya hotmix yang digelar 33 ton yang kira-kira Empat mobil colt diesel,”terang Wahyu.
Wahyu juga menambahkan, dalam perhitungan hotmix yang diduga dikurangi atau tidak digelar sekitar 19 ton. Sedangkan harga hotmix persatu ton kisaran Rp. 1.400.000
“Coba kalau dihitung harga hotmix sekarang kisaran Rp. 1.400.000 di kalikan 19 ton. Berarti kontaktor diduga mencuri uang rakyat senilai Rp. 26.600.000. Sehingga ini merupakan kecurangan nyata dalam proyek pemerintah Kecamatan Curug,” tambahnya.
Perlu masyarakat memahami dan mengawasi kinerja aparatur pemerintah dalam pelaksanaan proyek pembangunan. Karena disitu banyak celah pelanggaran yang jelas merugikan Negara.
“Pemerintah Kecamatan Curug harus tegas terhadap kontraktor nakal yang diduga sengaja mengurai ketebalan hotmix, yang hanya memikirkan keuntungan pribadi tanpa memberikan hasil kerjanya,” benernya.
Masyarakat meminta untuk dilakukan gelar ulang terhadap proyek hotmix, sesuai dengan yang seharusnya digelar.
Sampai berita diterbitkan pihak pengawas PPTK Kecamatan Curug belum dapat memberikan klarifikasi terkait proyek hotmix yang tak sesuai RAB.
(Dedi)






