Media infoxpos.com – LEBAK Banten – Sabtu, (29/08/2026) Kondisi jalan poros Kabupaten yang menghubungkan wilayah Leuwidamar–Cirinten, tepatnya di kawasan Tanjakan Kampung Dungkuk, Desa Cirinten, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, kembali menjadi sorotan.
Kerusakan jalan yang dinilai cukup parah dan nyaris sulit dilalui kendaraan diduga menjadi salah satu faktor yang membahayakan keselamatan para pengguna jalan. Bahkan, kecelakaan kembali terjadi di lokasi tersebut pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, sebuah sepeda motor jenis Honda Beat yang dikendarai seorang perempuan bersama seorang temannya terjatuh ketika melintasi turunan dengan kondisi jalan yang mengalami kerusakan cukup parah.
Pengendara yang hingga berita ini ditulis belum diketahui identitasnya dilaporkan selamat. Namun, korban mengalami luka memar di beberapa bagian tubuh akibat terjatuh.
Peristiwa tersebut menambah kekhawatiran masyarakat dan pengguna jalan yang setiap hari harus melintasi ruas tersebut. Kondisi jalan yang rusak, terlebih pada bagian tanjakan dan turunan, dinilai meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua.
Kerusakan Jalan Jadi Ancaman Keselamatan
Kerusakan jalan bukan sekadar persoalan kenyamanan berkendara. Jika dibiarkan dalam kondisi parah tanpa penanganan, keberadaan jalan yang berlubang, bergelombang, atau mengalami kerusakan pada bagian turunan dapat menjadi ancaman serius terhadap keselamatan masyarakat.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Lebak melalui instansi terkait segera turun ke lokasi untuk melihat secara langsung kondisi ruas jalan tersebut dan melakukan penanganan.
Masyarakat mempertanyakan sampai kapan pengguna jalan harus menghadapi kondisi jalan yang disebut sudah nyaris tidak layak dilalui tersebut.
Apakah harus menunggu korban berjatuhan lebih banyak terlebih dahulu baru dilakukan perbaikan?
Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya melakukan penanganan setelah terjadi kecelakaan, tetapi juga melakukan langkah preventif dengan memperbaiki titik-titik jalan yang membahayakan pengguna jalan.
Selain perbaikan fisik, pemasangan rambu atau tanda peringatan di lokasi yang rusak juga dinilai penting sebagai langkah sementara untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Dinas terkait mengenai kondisi ruas jalan tersebut maupun rencana penanganannya.
Masyarakat berharap ruas jalan poros Kabupaten Leuwidamar–Cirinten, khususnya Tanjakan Kampung Dungkuk, segera mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Lebak agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
(DR)
