Media infoxpos.com – Lebak – Rabu, (15/04/2026). Dugaan penyalahgunaan aset kelompok tani mencuat di wilayah Kampung Saingan, Desa Sangkanmanik, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak. Seorang oknum berinisial EP, yang diketahui merupakan anak dari almarhum Ketua Kelompok Tani berinisial JD, diduga telah menjual traktor milik kelompok tani secara sepihak.
Namun Sangat Disayangkan Inisial UG Warga Kampung Janglapa Desa Sangkanmanik kecamatan Cimarga, Pun Selaku Ketua Gapoktan Diduga Ada Pembiaran Dan ada Kongkalikong Dengan Pihak Pelaku, Karena Dinilai Lamban dalam Membereskan Suatu Permasalahan Tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media, peristiwa tersebut telah terjadi lebih dari satu tahun lalu. Traktor yang merupakan aset penting bagi para petani setempat diduga dijual tanpa melalui musyawarah ataupun persetujuan anggota kelompok tani lainnya.
Sejumlah warga menyayangkan tindakan tersebut, mengingat traktor tersebut merupakan bantuan yang seharusnya digunakan untuk kepentingan bersama guna menunjang produktivitas pertanian.
“Ini sangat merugikan kelompok tani. Seharusnya aset itu dijaga dan dimanfaatkan bersama, bukan malah dijual secara pribadi,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Lebih lanjut, kasus ini diketahui telah disampaikan atau disondingkan kepada Aparat Penegak Hukum (APH), yakni pihak Polsek Cimarga. Namun hingga saat ini, belum terlihat adanya langkah tegas maupun tindak lanjut yang signifikan dari pihak kepolisian, Padahal Kejadian Sudah Satu Minggu Bahkan Lebih.
Selain itu, oknum EP yang diduga sebagai pelaku juga dinilai belum menunjukkan itikad baik untuk memberikan klarifikasi ataupun menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.
Masyarakat berharap pihak kepolisian, khususnya Polsek Cimarga, dapat segera mengambil langkah tegas dan transparan guna mengusut tuntas dugaan penjualan aset kelompok tani tersebut, agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di tengah masyarakat, Jangan Samapi Masyarakat Hilang kepercayaan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak terkait belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan keterangan resmi.
(Dede/Tim)
