Media infoxpos.com – LEBAK BANTEN – Rabu, (4/11/2026). Kekecewaan mendalam kembali diutarakan oleh tokoh masyarakat Ketua LSM GMBI Distrik Lebak sekaligus Ketua Dewan Pembina DPD PSI Kabupaten Lebak, King Naga, terhadap kualitas pelayanan kesehatan di Rumah Sakit (RS) Misi Rangkasbitung. Belum genap beberapa waktu setelah pergantian posisi Direktur rumah sakit yang diharapkan membawa angin segar perubahan, King Naga mengaku kembali menerima aduan dari masyarakat terkait buruknya penanganan pasien di fasilitas kesehatan tersebut.
Kali ini, keluhan datang dari pihak keluarga pasien yang merasa dipulangkan oleh pihak rumah sakit, padahal kondisi pasien dinilai perlu dan membutuhkan penanganan medis serta perawatan intensif yang mendalam.
“Kami sangat menyayangkan dan kecewa berat. Pergantian direktur kemarin semestinya menjadi momentum evaluasi total untuk memperbaiki sistem dan sikap pelayanan kepada masyarakat. Namun nyata dan faktanya, hari ini saya kembali menerima jeritan masyarakat atas tindakan penolakan pasien yang jelas-jelas membutuhkan perawatan medis,” tegas King Naga dalam pernyataan persnya, Rabu (4/11/2026).
King Naga menilai tindakan ini mencerminkan bahwa RS Misi belum sepenuhnya memprioritaskan keselamatan dan nilai-nilai kemanusiaan di atas prosedur administratif semata. Kebijakan pemulangan pasien secara sepihak ini dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan jiwa masyarakat yang sedang bertaruh nyawa melawan penyakit.
“Direktur boleh saja baru, tetapi jika pola kerja keliru dan pelayanan di lapangan tidak segera dibenahi, maka pergantian pimpinan itu menjadi sia-sia. RS Misi harus ingat bahwa mereka melayani manusia, bukan benda mati. Kami mendesak manajemen baru dan jajaran direksi untuk segera turun tangan, menindaklanjuti pengaduan ini secara serius, dan memberikan sanksi tegas kepada oknum tenaga medis yang tidak profesional,” lanjutnya dengan nada berang.
Lebih lanjut, King Naga menyatakan tidak akan tinggal diam dan siap mengawal kasus ini hingga tuntas. Pihaknya berencana melayangkan laporan resmi serta berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat maupun pihak-pihak terkait agar fungsi pengawasan terhadap rumah sakit swasta tersebut diperketat.
Ia berharap tidak ada lagi masyarakat kecil yang menjadi korban pemulangan sepihak demi menghindari penumpukan pasien atau alasan-alasan teknis internal rumah sakit lainnya. Keadilan pelayanan kesehatan tanpa pandang bulu harus benar-benar ditegakkan di wilayah Lebak.
(DR)






