Rumah Gubuk Bambu Masuk Desil 5, Warga Kampung Cibogo Pertanyakan Akurasi Data Bansos

  • Bagikan
banner 468x60

 

Media infoxpos.com – Lebak, Banten – Senin, (27/07/2026) Kondisi memprihatinkan dialami salah seorang warga Kampung Cibogo, Desa Wantisari, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Bernama Sakiman, 52 Tahun, Di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi tempat tinggal yang sangat sederhana, keluarga tersebut disebut masuk dalam kategori desil 5 dalam data kesejahteraan sosial, sehingga memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait akurasi pendataan penerima bantuan sosial.

banner 336x280

Berdasarkan informasi yang disampaikan kepada awak media InfoXpos, Pada hari Senin, 27 Juli 2026 siang. warga tersebut diketahui hanya memiliki sebuah rumah panggung sederhana yang sebagian besar bangunannya terbuat dari bambu. Dinding rumah menggunakan anyaman bambu, sementara lantainya juga masih terbuat dari bambu. Kondisi bangunan tersebut dinilai sangat sederhana dan jauh dari kata layak jika dilihat dari kondisi kehidupan masyarakat pada umumnya.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga mempertanyakan bagaimana proses pendataan dan penetapan desil dilakukan, mengingat keluarga yang bersangkutan justru tercatat dalam desil 5.

Menurut keterangan warga tersebut kepada awak media, dirinya terakhir kali menerima bantuan sosial dari pemerintah pada tahun 2025. Sementara sejak awal tahun 2026 hingga saat ini, ia mengaku tidak lagi menerima bantuan sosial dari pemerintah.

“Saya terakhir menerima bantuan tahun 2025. Dari awal tahun 2026 sampai sekarang sudah tidak mendapatkan bantuan lagi,” ungkapnya kepada awak media.

Di usianya yang kini memasuki 52 tahun, warga tersebut mengaku hanya mengandalkan pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari bersama keluarganya. Penghasilan yang tidak menentu membuat dirinya harus bekerja apa saja yang dapat dilakukan demi mencukupi kebutuhan keluarga.

Kondisi ini pun menjadi perhatian dan menimbulkan harapan agar pemerintah terkait dapat melakukan verifikasi serta pemutakhiran data secara langsung di lapangan.

Warga tersebut berharap pemerintah, khususnya pihak yang berwenang dalam pendataan dan penyaluran bantuan sosial, dapat turun langsung melihat kondisi kehidupan keluarganya. Ia juga berharap adanya evaluasi terhadap status desil keluarganya apabila memang data yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

“Harapan saya pemerintah bisa melihat kondisi kami dan melakukan perubahan data desil apabila memang tidak sesuai. Kami berharap bisa mendapatkan perhatian dan bantuan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,” ujarnya.

Persoalan akurasi data penerima bantuan sosial menjadi hal penting yang perlu mendapat perhatian serius. Sebab, ketepatan data menjadi salah satu faktor penting agar program bantuan pemerintah dapat benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Pemerintah Desa Wantisari, Kecamatan Leuwidamar, maupun instansi terkait diharapkan dapat melakukan verifikasi dan validasi lapangan terhadap kondisi keluarga tersebut. Jika ditemukan ketidaksesuaian antara kondisi faktual dengan data yang tercatat, diharapkan dilakukan pembaruan data sesuai mekanisme yang berlaku.

Jangan sampai masyarakat yang secara nyata hidup dalam keterbatasan justru kehilangan akses terhadap bantuan karena persoalan data yang belum diperbarui.

Media InfoXpos akan terus berupaya mengawal informasi terkait kondisi masyarakat dan program bantuan sosial, sekaligus memberikan ruang bagi pihak pemerintah maupun instansi terkait untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan mengenai persoalan tersebut.

(DR)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *