Media InfoXpos.com – Tangerang – Belum genap Tiga bulan Proyek Pemeliharaan Jalan Hotmix di Rw. 02, Kampung Dukuh II, Desa Dangdang, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang diduga gunakan matrial hotmix daur ulang (asapal sabut/rekondisi), sehingga proyek yang baru seumur jagung sudah mengalami kerusakan yang sangat signifikan.
Dari hasil pengamatan Awak Media di lokasi, terlihat jelas hotmix telah mengalami kerusakan yang sangat parah, banyak aspal yang mengelupas dan ditumbuhi rerumputa. Diduga kuat pihak kontraktor dari CV JASALI PERKASA MANDIRI sengaja menggunakan material hotmix murahan demi keuntungan pribadi tanpa memikirkan hasil dari pekerjaannya.
Sedangkan Yumi, selaku pengawas kecamatan Cisauk ketika dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp. Terkait proyek hotmix yang mengelupas dan ditumbuhi rerumputan, masih bungkam dan diam membisu. Seakan melindungi kontraktor pelaksana proyek tersebut.
Memicu adanya dugaan kongkalikong dari pengawas kecamatan dan pihak kontraktor, yang sengaja menutupi proyek yang amburadul demi menguras uang negara melalui proyek PL (Pengadaan Langsung) dari Kecamatan Cisauk, tanpa memikirkan hasil pekerjaan yang belum genap Tiga bulan mengalami kerusakan.
Menanggapi hal itu, Jepri Ketua Lembaga Independen Penyelamat Aset Negara dan Hak Asasi Manusia (LipanHam) DPD Provinsi Banten. Meminta untuk evaluasi dan audit kembali hasil proyek hotmix yang kerjakan CV JASALI PERKASA MANDIRI.
“Saya mendesak PPTK dan Camat Cisauk untuk cek kembali proyek hotmix yang belum genap Tiga bulan, sudah mengalami kerusakan dan ditumbuhi rumput,” ucapnya.
Sampai berita diterbitkan PPTK dan Camat Cisauk belum dikonfirmasi.
(Dedi)






