Media InfoXpos.com – Lebak – Aktivitas angkutan kayu dengan muatan berlebih kembali memicu keresahan warga di jalan lewidamar cijengkol . Sejumlah truk bermuatan kayu dilaporkan melintas di ruas jalan Leuwidamar dengan kondisi muatan menjulang tinggi, tidak seimbang, dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna Desa Sankanmanik kecematan cimarga kabupaten Lebak banten.tgl 17-02,2026
Laporan itu disampaikan salah satu warga Kecamatan Cimarga yang pada malam hari berpapasan langsung truk pengangkut kayu tersebut. Menurutnya, bukan hanya satu kendaraan, melainkan beberapa truk dan berganti mobil truck overload atau Melibihi kapasitas tonase dengan muatan melebihi batas kewajaran.
Muatan kayu ditumpuk tinggi Dan ditutup terpal warna ijo dimalam berpapasan saat awak media www.infoXpos.com.www. fokuslensa.com.su
dan www.suarainvestigasi.com melihat betul bahwa mobil tersebut kayu diduga overload atau Melibihi kapasitas tonase
Saya menilai kondisi tersebut bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan publik. Jalan raya lewidamar berubah menjadi ruang penuh risiko, terutama bagi pengendara roda dua dan kendaraan kecil.
Kami akan mempertanyakan tanggung jawab perusahaan yang diduga mengoperasikan armada tersebut. Praktik pengangkutan kayu dengan muatan berlebih dinilai mencerminkan pengabaian terhadap standar keselamatan demi efisiensi biaya angkut dan Lain lain.
Tak hanya itu Warga menilai pembiaran terhadap aktivitas angkutan kayu overload menimbulkan kesan lemahnya pengawasan dan penegakan aturan di lapangan.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, yang dipertaruhkan adalah nyawa masyarakat. Jalan umum bukan jalur privat perusahaan
Kami akan mendesak aparat penegak hukum segera melakukan penertiban terhadap truk-truk bermuatan kayu tersebut, termasuk pemeriksaan kelayakan kendaraan dan muatan.kami berharap langkah pencegahan dilakukan sebelum terjadi kecelakaan yang sangat fatal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan, maupun APH setempat terkait keluhan .Media ini masih berupaya meminta konfirmasi dari instansi terkait.
(Ugi&tim)






