Media infoxpos.com – Lebak – Kamis, (16/04/2026). Dugaan perbuatan mesum di lingkungan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Blok Bangkonol, Desa Leuwidamar, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, menuai keresahan warga. Peristiwa yang sebelumnya sempat diberitakan oleh salah satu media ini kini semakin menjadi sorotan setelah muncul pernyataan mengejutkan dari oknum Ketua RW setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan tindakan asusila tersebut disebut-sebut terjadi di area dapur MBG yang notabene merupakan fasilitas publik dan seharusnya dijaga marwah serta fungsinya. Warga menilai, jika benar terjadi, hal ini sangat mencoreng tujuan mulia dari program pemerintah tersebut.
Ironisnya, alih-alih memberikan klarifikasi tegas atau melakukan langkah pembinaan, oknum RW Kampung Dukuh, Desa Leuwidamar berinisial EG justru diduga membenarkan adanya kejadian tersebut. Sikap tersebut memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat.
“Kalau memang itu benar terjadi, kenapa justru seperti ada pembiaran? Harusnya sebagai tokoh lingkungan, RW bisa mengambil sikap tegas, bukan malah terkesan membenarkan,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Sikap yang ditunjukkan oleh oknum RW tersebut dinilai tidak mencerminkan tanggung jawab moral sebagai pemangku wilayah. Bahkan, tidak sedikit warga yang menduga adanya kejanggalan di balik sikap tersebut, sehingga menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.
Peristiwa ini pun memantik desakan agar pihak terkait, baik pemerintah desa maupun aparat penegak hukum, segera turun tangan untuk mengusut kebenaran dugaan tersebut. Transparansi dinilai penting guna menjaga kepercayaan publik serta memastikan tidak ada pelanggaran norma yang dibiarkan terjadi di lingkungan masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga meminta agar program MBG yang seharusnya membawa manfaat bagi warga, tidak tercoreng oleh ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak desa maupun instansi terkait mengenai tindak lanjut dari dugaan tersebut. Sementara itu, warga berharap adanya langkah tegas agar kejadian serupa tidak kembali terulang dan tidak menimbulkan keresahan yang berkepanjangan.
(Ughi&Tim)






