Media InfoXpos.com – TANGERANG SELATAN, — Festival Olahraga Masyarakat Provinsi (FORPROV) II Banten 2026 menjadi panggung pembuktian bagi pembinaan atlet menembak masyarakat di Banten. Salah satunya ditunjukkan atlet muda asal SDN Tangerang 14 (Kota Tangerang) yang duduk di bangku sekolah kelas 6, mewakili Cula Shooting Club, Tangerang Selatan, Zaskia Nur Azizah, yang berhasil meraih Juara 1 pada Kategori Junior cabang olahraga menembak Tactikal Inassoc (Indonesian Airsofter Association), yang digelar pada Minggu, 8 November 2026, bertempat di WTC, Tangerang Selatan.
FORPROV II Banten 2026 diselenggarakan oleh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Provinsi Banten pada 7-10 November 2026. Ajang ini diikuti sekitar 5.000 pegiat olahraga masyarakat dari 50 Induk Organisasi Olahraga (Inorga).
Inassoc sebagai salah satu Inorga di bawah KORMI membina olahraga menembak taktikal berbasis airsoft yang menekankan pada ketepatan, kecepatan, kedisiplinan, dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
Capaian Zaskia menjadi prestasi membanggakan bagi Cula Shooting Club. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan keberhasilan pembinaan atlet usia muda di cabang olahraga menembak masyarakat di Provinsi Banten.
![]()
Kehadiran tokoh olahraga menembak turut memberi warna dalam FORPROV II Banten 2026. Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Zulkarnain Adinegara, Ketua Perbakin Kota Tangerang Selatan, hadir dan memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan cabang menembak taktikal di bawah KORMI.
Zulkarnain merupakan purnawirawan Polri lulusan Akpol 1985 yang berpengalaman di bidang intelijen. Di dunia olahraga menembak, ia dikenal aktif membina komunitas dan atlet, termasuk melalui Perbakin dan pembinaan olahraga menembak berbasis airsoftgun IPSC.
“Ya, saya kira saya kebetulan kan sebagai ketua tapi untuk Perbakin ya, tapi ini kan Kormi ya. Tapi ada kesamaan dengan airsoftgun IPSC ya. Hanya di sini kan kita kategorikan Kormi ya, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia. Saya kira sangat kita apresiasi ini ya,” ujar Zulkarnain.
Menurutnya, nuansa rekreasi menjadi kekuatan utama olahraga masyarakat. Meski dikemas secara rekreatif, pelaksanaannya tetap menuntut ketepatan, kecepatan, dan disiplin.
“Jadi memang nuansanya ini kan ada rekreasinya. Walaupun pelaksanaannya sekarang koordinator olahraga masyarakat Indonesia ya. Artinya bagi kami ini sangat apresiasi. Dan ini bagi saya di Tangerang Selatan baru pertama kali ini untuk Tangerang Selatan,” katanya.
![]()
Zulkarnain menyebut, pada hari pertandingan tersebut pesertanya berasal dari 5-6 kabupaten/kota. Ia menilai animo tersebut sangat menarik dan perlu terus dikembangkan.
“Hari ini pesertanya kan ada 5-6 kabupaten kota ya. Saya kira ini sangat menarik. Saya kira perlu kita kembangkan bagi komunitas masyarakat yang memang mencintai olahraga menembak, karena ada nuansa rekreasinya, menghibur, dan lain sebagainya,” ucapnya.
Zulkarnain berharap, ajang seperti FORPROV tidak berhenti di tingkat provinsi. Ia mendorong agar ke depan bisa digelar open turnamen yang melibatkan kabupaten/kota dari seluruh Indonesia.
“Saya kira mungkin lihat animo ya itu memang. Kalau saya kira bagus itu kalau kita tingkatkan sampai ke provinsi ya. Bahkan mungkin nanti ya tidak hanya provinsi, mungkin semacam open turnamen dari seluruh kabupaten kota seluruh Indonesia, provinsi-provinsi yang lain yang memang sudah punya komunitas-komunitas menembak semacam begini,” ujarnya.
![]()
Ia juga menyoroti pentingnya publikasi dan sosialisasi. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum mengetahui jalur dan informasi untuk bergabung dengan komunitas menembak masyarakat.
“Ya sebenarnya publikasi mungkin ya. Jadi kadang-kadang kan masyarakat tidak tahu apa namanya connecting-nya, informasi. Jadi ya sebenarnya dimediakan mungkin, kemudian orang mencoba, merasakan, saya kira bisa berkembang ke depannya,” kata Zulkarnain.
Sebagai pembanding, ia menyebut perkembangan IPSC airsoftgun senjata pendek yang kini sudah cukup banyak peminatnya. Namun di Banten, belum semua kabupaten/kota memiliki komunitas tersebut.
“Senjatanya kan seperti di IPSC misalnya yang softgun yang senjata pendek ya? Nah itu sudah lumayan banyak sekarang. Walaupun juga memang belum untuk di Banten belum semua kabupaten kota. Sekarang saja nanti ikut Porprov baru empat kabupaten kota. Nah semacam begitu, memang butuh sosialisasi dari komunitas itu sendiri saya kira maupun pihak pemerintah mungkin ya, atau mungkin yang mengurusi olahraga semacam KONI semacam itu, atau mungkin Dispora ya, Dinas Pemuda dan Olahraga,” tuturnya.
Diketahui, Untuk cabang menembak di bawah Inassoc, nomor yang diperlombakan adalah CTS atau Combat Tactical Shooting.
“Ya, jadi untuk menembak di Inassoc-nya sendiri, saat ini yang diperlombakan adalah CTS, atau Combat Tactical Shooting, itu ketepatan dan kecepatan ya,” jelas Zulkarnain.
Bagi Zaskia Nur Azizah, gelar Juara 1 Junior bukan sekadar medali. Ia mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari ajang tersebut.
“Seru terus ada pengalaman, ya seru, pengalamannya juga lumayan buat aku yang sering kayak penakut malu gitu,” ujar Zaskia.
Di kategori junior, Zaskia bersaing dengan sekitar empat atlet lainnya.
“Sekitaran ada empat termasuk aku. Kalau setahu aku ada Kak Arkan, terus ada Kak, ada Davi, sama satu lagi kalau nggak salah Zain. Eh, iya Zain,” katanya.
Zaskia pun menaruh harapan besar untuk masa depannya di dunia menembak.
“Ya semoga bisa menemani aku sampai di titik aku jadi atlet internasional,” ucapnya.
Prestasi Zaskia diharapkan menjadi pemicu bagi atlet-atlet muda lainnya di Tangerang dan Banten untuk terus berlatih dan berprestasi di cabang olahraga menembak.
![]()
Profil Singkat :
Nama : Zaskia Nur Azizah
Asal Sekolah : SDN Tangerang 14 (Kota Tangerang)
Asal Club : Cula Shooting Club / Tim Cula Badak Tangsel
Daerah : Provinsi Banten
Manager : Hasan Abdullah
Support : Doa Kedua Orang Tua dan Teman Teman Semua
Penulis : NrfDlhZ






