Jeritan Warga Lebak: Jalan Rusak dan Berdebu, Pemkab Didesak Tak Tutup Mata, Warga Menanti Pembangunan Nyata

  • Bagikan
banner 468x60

 

Media infoxpos.com – LEBAK, BANTEN – Rabu, (23/09/2026) Keluhan masyarakat terkait kondisi infrastruktur jalan di beberapa titik di Kabupaten Lebak, Banten, kembali mencuat. Sejumlah warga di beberapa wilayah, khususnya Kecamatan Leuwidamar, Kecamatan Bojongmanik, dan Kecamatan Cirinten, mengeluhkan kondisi jalan yang hingga kini masih ditemukan dalam keadaan berbatu kasar, berlubang, berupa tanah, serta menimbulkan debu ketika dilalui kendaraan.

banner 336x280

Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat, tetapi juga berpotensi menyulitkan mobilitas warga, terutama mereka yang bergantung pada akses jalan untuk bekerja, mengangkut hasil pertanian, berdagang, maupun mengakses fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Keluhan warga juga tidak hanya menyasar jalan poros desa. Sejumlah ruas jalan yang menjadi akses penghubung antarkawasan turut menjadi perhatian masyarakat karena kualitas maupun kondisi permukaan jalan dinilai belum memberikan kenyamanan dan keamanan sebagaimana yang diharapkan.

“Jalan seperti ini bukan hanya soal nyaman atau tidak nyaman. Kami setiap hari melewati jalan tersebut untuk bekerja dan membawa hasil pertanian. Kalau hujan becek dan licin, kalau panas debunya luar biasa,” keluh salah seorang warga. Rabu, 23 September 2026.

Menurut masyarakat, persoalan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan dasar yang bersentuhan langsung dengan aktivitas ekonomi dan sosial. Jalan yang baik dinilai dapat memperlancar distribusi hasil pertanian, mempercepat mobilitas warga, serta mendukung akses masyarakat terhadap berbagai pelayanan publik.

Sebaliknya, jalan yang masih berupa tanah, berbatu kasar atau rusak dapat meningkatkan waktu tempuh dan biaya operasional kendaraan. Kondisi tersebut juga dirasakan semakin berat bagi warga yang setiap hari harus melewati ruas jalan tersebut.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Lebak melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan maupun belum mendapatkan penanganan memadai.

Masyarakat juga meminta agar pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur tidak hanya terfokus pada wilayah tertentu, tetapi dilakukan berdasarkan tingkat kebutuhan dan kondisi riil di lapangan.

Pemkab Lebak Diminta Turun ke Lapangan
Warga mendesak Pemkab Lebak tidak hanya menerima laporan administratif dari tingkat pemerintahan di bawahnya, tetapi turun langsung melihat kondisi jalan yang setiap hari digunakan masyarakat.

Menurut warga, pengecekan lapangan penting dilakukan agar pemerintah memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi infrastruktur, termasuk ruas-ruas jalan yang mungkin belum menjadi prioritas dalam program pembangunan.

“Jangan sampai pemerintah hanya melihat laporan di atas kertas. Datang dan lihat sendiri bagaimana masyarakat melewati jalan tersebut setiap hari,” ujar warga lainnya.

Persoalan jalan ini juga menjadi perhatian karena menyangkut pemerataan pembangunan. Masyarakat di wilayah kecamatan maupun desa berharap pembangunan infrastruktur dapat dirasakan secara lebih merata hingga ke wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.

Warga Menunggu Langkah Nyata
Keluhan masyarakat tersebut pada akhirnya bermuara pada satu harapan: adanya langkah nyata pemerintah untuk memperbaiki akses jalan yang menjadi kebutuhan sehari-hari.

Warga tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Mereka berharap jalan yang menjadi akses utama masyarakat dapat dibangun dan dipelihara secara layak, sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial masyarakat tidak terus terganggu oleh persoalan infrastruktur.

Pemkab Lebak melalui instansi terkait diharapkan segera melakukan inventarisasi kondisi jalan, menentukan skala prioritas berdasarkan tingkat kerusakan dan kepentingan masyarakat, serta memberikan informasi yang terbuka mengenai rencana penanganannya.

Sebab, pembangunan infrastruktur bukan sekadar persoalan fisik jalan, melainkan bagian dari pelayanan publik yang dampaknya langsung dirasakan masyarakat.

Jeritan warga dari sejumlah wilayah di Lebak tersebut menjadi pengingat bahwa masih terdapat pekerjaan rumah infrastruktur yang perlu mendapatkan perhatian serius. Masyarakat kini menunggu apakah keluhan tersebut akan berhenti sebagai laporan dan pemberitaan, atau benar-benar ditindaklanjuti melalui kebijakan dan pekerjaan nyata di lapangan.

Tim Liputan: Dede Rohman
Infoxpos.com Lebak-Banten

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *