SISWA SDN 2 PARAKANBESI MENANTI JATAH MBG, SEKOLAH MENGAKU BELUM PERNAH MENERIMA

  • Bagikan
banner 468x60

 

Media infoxpos.com – LEBAK, BANTEN – Selasa, (22/09/2026). Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diharapkan menjadi salah satu upaya pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, hingga kini disebut belum diterima oleh siswa-siswi SDN 2 Parakanbesi, Kecamatan Bojongmanik, Kabupaten Lebak, Banten.

banner 336x280

Kondisi tersebut mendapat perhatian setelah pihak sekolah menyampaikan bahwa sampai Selasa, 22 September 2026, SDN 2 Parakanbesi belum mendapatkan distribusi MBG.

Keterangan tersebut disampaikan Kepala SDN 2 Parakanbesi, Suherdi, kepada salah satu anggota LSM BENTAR (Badan Elemen Tataran Rakyat), Bentar.

Menurut keterangan yang disampaikan, program MBG hingga saat ini belum pernah didistribusikan kepada siswa-siswi di sekolah tersebut.

Kondisi ini menjadi perhatian karena program MBG merupakan program yang ditujukan untuk mendukung pemenuhan gizi peserta didik. Sementara itu, para siswa di SDN 2 Parakanbesi disebut masih menunggu kapan program tersebut dapat hadir dan dinikmati di sekolah mereka.

“Anak-anak murid kasihan, tiap hari berbincang, di sekolah-sekolah lain mah sudah dari dulu dapat MBG, tapi di sekolah kami mah belum pernah dapat aja, sampai sekarang,” demikian ungkapan yang disampaikan terkait kondisi tersebut.

Situasi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme pendataan, penetapan sasaran, cakupan distribusi, serta jadwal penyaluran MBG di wilayah Kecamatan Bojongmanik, khususnya untuk SDN 2 Parakanbesi.

Jika memang sekolah tersebut belum masuk dalam cakupan distribusi, pihak terkait dinilai perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai penyebab dan tahapan yang harus dipenuhi agar para siswa dapat segera memperoleh program tersebut.

Jangan sampai terdapat kesenjangan dalam pelaksanaan program yang seharusnya dapat dirasakan oleh peserta didik sesuai dengan ketentuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

Atas kondisi tersebut, pihak sekolah dan para siswa berharap agar instansi serta pihak yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan MBG segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah konkret.

Pihak terkait, mulai dari pengelola program MBG, SPPG yang menjadi wilayah layanan, pemerintah daerah melalui instansi terkait, hingga pihak lainnya yang memiliki kewenangan, didesak untuk segera memastikan status SDN 2 Parakanbesi dalam distribusi MBG dan memberikan kepastian mengenai jadwal penyalurannya.

Masyarakat juga berhak mendapatkan informasi yang jelas apabila terdapat kendala distribusi, baik berkaitan dengan kuota, data penerima, cakupan wilayah layanan, maupun persoalan teknis lainnya.

Jangan biarkan siswa SDN 2 Parakanbesi terus menjadi penonton ketika sekolah lain telah menerima program MBG. Jika sekolah tersebut memang menjadi bagian dari sasaran program, maka kepastian distribusi perlu segera diberikan agar hak dan kebutuhan para peserta didik tidak terus tertunda.

Media ini membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait untuk memberikan penjelasan mengenai belum diterimanya MBG di SDN 2 Parakanbesi hingga 22 September 2026.

(DR)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *