Media.InfoXpos.com.—Lebak- Aktivitas angkutan kayu dengan muatan berlebih kembali memicu keresahan warga di kp mekar cae Sejumlah truk bermuatan kayu dilaporkan dengan kondisi muatan menjulang tinggi, tidak seimbang, dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan desa Cimarga kecematan cimarga kabupaten Lebak banten.kamis (18-08-2026)
Laporan itu disampaikan ke awak media yang namanya ingin dirahasiakan, warga Kecamatan cimarga yang pada malam hari berpapasan langsung dengan iring-iringan truk pengangkut kayu tersebut. Menurutnya, bukan hanya satu kendaraan, melainkan beberapa truk yang melaju beriringan dengan muatan melebihi batas kewajaran atau tonase.
“Muatan kayu ditumpuk tinggi, terlihat miring dan rawan jatuh. Setiap kendaraan yang berpapasan terpaksa memperlambat laju karena khawatir terjadi kecelakaan,” pengendara jalan
Saat dikonfirmasi oleh awak media melalui pesan WhatsApp inisial WU lebih ke bungkam atau tidak menjawab, apa yang telah awak media pertanyakan hari Rabu tgl 18
Ia menilai kondisi tersebut bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan publik. Jalan raya, kata dia, berubah menjadi ruang penuh risiko, terutama bagi pengendara roda dua dan kendaraan kecil.
Warga juga mempertanyakan tanggung jawab perusahaan yang diduga mengoperasikan armada tersebut. Praktik pengangkutan kayu dengan muatan berlebih dinilai mencerminkan pengabaian terhadap standar keselamatan demi efisiensi biaya angkut.
Tak hanya itu, sorotan juga diarahkan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak dan aph setempat dan pihak terkait lainnya. Warga menilai pembiaran terhadap aktivitas angkutan kayu overload menimbulkan kesan lemahnya pengawasan dan penegakan aturan di lapangan.
“Jika kondisi ini terus dibiarkan, yang dipertaruhkan adalah nyawa masyarakat. Jalan umum bukan jalur privat perusahaan,” namanya yang ingin dirahasiakan
Warga mendesak aparat penegak hukum segera melakukan penertiban terhadap truk-truk bermuatan kayu tersebut, termasuk pemeriksaan kelayakan kendaraan dan muatan. Mereka berharap langkah pencegahan dilakukan sebelum terjadi kecelakaan fatal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan, Pemerintah terkait keluhan warga tersebut. Media ini masih berupaya meminta konfirmasi dari instansi terkait dengan adanya peristiwa tersebut dan kami meminta tindak tegas dan jangan pandang bulu dengan mobil truk tronton melebihi tonase.tandasnya
(Ugi)






