Media InfoXpos.com – Cianjur – Desa Haurwangi merupakan salah satu wilayah yang memiliki perjalanan panjang dalam perkembangan administrasi dan sosial di Kabupaten Cianjur.Sabtu(18/04/2026).
Desa Haurwangi awalnya merupakan kawasan pemukiman tradisional masyarakat Sunda yang hidup berdampingan dengan alam. Nama desa Haurwangi sendiri dipercaya berkaitan dengan pohon haur dan kondisi lingkungan yang menghasilkan udara atau angin yang sejuk. Perpaduan makna tersebut menjadikan desa Haurwangi dikenal sebagai wilayah yang nyaman dan memiliki nilai sejarah tersendiri.
Perkembangan desa Haurwangi dipengaruhi oleh letaknya yang strategis di jalur utama Cianjur – Bandung, sehingga aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat menjadi semakin dinamis.
Selain itu Pesona Jembatan Rajamandala atau Sasak Rajamandala menjadi akses utama serta penghubung antara Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat dengan keunikan pedagang cincau pikul tradisional sepanjang jalan Cianjur -Bandung yang menawarkan es cincau segar, sering kali dengan perpaduan gula Aren atau santan .
Menurut warga sekitar ,Cianjur selain terkenal dengan Tauconya juga di kenal dengan Cincau hijaunya khususnya di Desa Haurwangi.Warga sekitar menuturkan bahwasanya Pedagang cincau di desa tersebut adalah sebuah tradisi turun menurun.
“Dulu di sini itu hanya ada tukang cincau aja,mulai dari Gapura hingga ujung jalan namun seiring berjalannya waktu selain Cincau di sini juga menyajikan Baso dan cemilan lainnya” Ujar salah satu pedagang.
Selain itu Desa Haurwangi berada di Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Wilayah desa Haurwangi memiliki karakteristik topografi yang variatif, mulai dari dataran hingga area yang sedikit berbukit. Kondisi ini menjadikan desa Haurwangi memiliki potensi alam yang cukup besar, terutama di bidang pertanian dan perkebunan.
(MU)
