Infoxpos.com – Purwakarta – Proyek pemeliharaan berkala sungai ciherang.pekerjaan dalam teknik civil dibuat arsitektur dan kontruksi mengacu ke gobion atau bronjong .fungsinya atau kegunaan dari gobion atau bronjong melindungi dan memperkuat tebing tanah.baik dilereng sungai atau di lereng tanggul menjaga tepi sungai terhadap aliran air dan juga erosi.
Pekerjaan kontruksi bronjong tersebut di wilayah (RT06/RW04) Desa Gurudug kecamatan pondok salam.kabupaten purwakarta .tertera di papan nama yang berdiri pelaksanaan mulai (31 maret 2020) biaya anggaran 1.084.122.000(satu milyar delapan puluh empat juta seratus dua puluh dua ribu rupiah)
penyediaan (CV.SILIH WANGI.ironisnya dipapan nama proyek tidak di cantumkan masa atau kalender hari kerjanya.
menurut informasi di lapangan,disaat team awak media infoxpos.com surpai lokasi Rabu (24/06/2020) salah satu warga yang tidak mau menyebut namanya mengatakan bahwa proyek tersebut,diduga bermasalah dan tidak kondusif melakukan pembayaran nya.dari para pekerja kadang kerja satu minggu kadang libur juga .1 (satu) minggu’akibat bahan material batunya tidak ada untuk di pasang,dari pengiriman bahan dari suplayer lambat dan beberapa hari pun tidak ada kiriman bahan.sampai para pekerja libur sampai satu minggu.ada kemungkinan ke pihak suplayer dari kontraktor tersebut macet pembayaranya.
Kalau bahan material terjadi seperti ini dan slalu tersendat dan lambat pengirimannya itu suatu kerugian bagi para pekerja.selain itu,,para pekerja kadang bingung untuk melakukan pekerjaan membuat kontruksi landasan dan dinding bronjongnya karena sop drawing gambar yang harus slalu ada di lapangan itu.tidak ada padahal desain gambar yang dibuat engineering itu sangan penting buat suatu acuan dan metode untuk melakukan pekerjaan dilapangan.
pengawas lapangan hanya mengasihkan oret oretan buat gambar dengan tulis tangan saja.
Dan mulai dari speksifikasi material batu di campur dengan batu templek yang sering di pake buat dinding atau karpot rumah dengan ukuran 4 s/d 5 cm dan pada tipis juga tajam otomatis batu yang bentuk tipis dan tajam akan menimbulkan kerusakan bagi anyaman kawat bronjong.,batu lempengan dipasang di hamparan bantalan atas juga batok batok untuk pengikat bronjong hanya sedikit yang dipasang
Pekerjaan dengan ukuran panjang 100 meter dengan tinggi 3 meter ini di prediksi baru 50 persen,proyek dengan kontruksi bronjong tersebut yang dikerjakan oleh kontraktor tidak sesuai dari speksifikasi teknis .dari segi kontruksi penerapan bantalan bronjong dengan ketinggin itu diluar penalaran metode kerja juga tidak mengacu kearah unsur penggerakan tanah
Dilanjutkan ungkapan dari warga lainnya dari pihak pelaksaan pekerjaan tersebut sudah merugikan salah satu warga pemilik tanah di sekitar lokasi pekerjaan tanah warga di kikis sampai kesudut padi yang tertanam dan pihak pengelola tidak ada omongan atau izin ke pemilik sawah tersebut. seolah olah tidak ada hambatan dan tidak memikirkan kerugian bagi warga sipemilik sawah Yang tanahna terkikis awak media infoxpos langsung konfirmasi kepada Pihak pemborong lewat chat,wa tetapi sampai sekarang belum juga ada tanggapan.
Reporter Liputan
(Asep HN)