Di Duga Tidak Sesuai Dengan Prosedur Gabungan LSM Dan Ormas Di Kec Bojong Kab Purwakarta Hentikan Pembangunan Tower Telkomsel

  • Bagikan

 

Infoxpos.com – Purwakarta – Bertambahnya jumlah pengguna jaringan telekomunikasi selular berimbas pada bertambahnya kebutuhan akan menara/tower telekomunikasi di berbagai wilayah yang dianggap potensial bagi operator selular selaku penyedia layanan.

 

Akan tetapi peningkatan kebutuhan masyarakat ini rupanya tidak serta merta berbanding lurus dengan mudahnya proses pembangunan menara terebut,Penolakan demi penolakan oleh warga sekitar lokasi rencana pembangunan tower telekomunikasi selalu ada,terutama di kota-kota besar,ataupun di pedesaan yang masyarakatnya semakin kritis.

permintaan kompensasi cenderung semakin meningkat besaran nilai nominalnya,masyarakat semakin “pintar” dengan menjadikan kompensasi sebagai bergaining position  kepada pemilik tower telekomunikasi atas persetujuan yang mereka berikan.

 

Dalam situasi semacam ini, peran serta pemerintah dalam mensosialisasikan dampak keberadaan menara telekomunikasi yang didirikan di sekitar pemukiman warga sangat dibutuhkan. Sehingga semua pihak baik perusahaan maupun masyarakat bisa mendapatkan manfaat dari pembangunan sarana telekomunikasi tersebut.

Sejauh ini,sebenarnya setiap pemilik menara telekomunikasi selalu memberikan jaminan atau kompensasi kepada masyarakat atas resiko yang mungkin timbul akibat berdiri ya Tower di wilayah tersebut

 

Tidak lain halya di kampung cihayawar tongoh RT01/RW01 pembangunan Tower Telkomsel Di duga tidak sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku sehingga pembangunan yang sudah berjalan tiga Minggu di berhentikan sementara oleh pihak Gabungan LSM dan ormas di kecamatan Bojong kab Purwakarta

Setelah di konfirmasi awak media Infoxpos.com kepala Ds E,Nurhayat mengatakan bahwa dengan adanya dorongan dari rekan rekan LSM Ormas,saya sangat berterimakasih karena sampai sa,at ini baru satu kali pihak pemborong PT AULIA DANAR DANA datang ke Ds,dan itupun haya minta rekomendasi tidak lebih tidak kurang,masalah kompensasi buat Masyarakat yang kena dampak kedepan ya.itu semuaya saya pasrahkan ke RT setempat Syarif,saya tidak mau ikut campur dan sampai sekarang saya belum bertemu lagi sama pihak pemborong haya satu kali dia datang ke Ds’,Ucapaya’03/08/2020.

 

Reporter Liputan
(Ronal&Team)

  • Bagikan
Exit mobile version