Media InfoXpos.com – KOTA TANGERANG – Sebabkan kemacetan, Kepala UPT Asrama Haji Cipondoh atau Grand El Hajj menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Cipondoh dan pengguna Jalan KH Hasyim Ashari terkait kemacetan parah akibat kegiatan manasik haji Forum PAUD Kabupaten Tangerang, Senin (19/10/2026).
Kepala UPT Asrama Haji Cipondoh mengakui kegiatan tersebut mengakibatkan kemacetan luar biasa di sekitar lokasi.
“Sebagai kepala UPT Asrama Haji Cipondoh atau Grand El Hajj, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Cipondoh (perumahan Cipondoh Lake View-red) dan sekitarnya dan juga pengguna jalan Kyai Haji Hasyim Asy’ari karena akibat kegiatan manasik haji Forum PAUD Kabupaten Tangerang yang dilaksanakan pada hari Ahad, 18- 19 Oktober mengakibatkan kemacetan yang luar biasa,” ujar Achmad Muafiq, saat dijumpai di Kantor Grand El Hajj, pada Senin (19/10/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya sebelumnya telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub), kepolisian, serta Dinas Kesehatan untuk mitigasi medis dan pengaturan lalu lintas.
Namun, terjadi lonjakan jumlah peserta yang tidak sesuai dengan laporan awal. Pihak Grand El Hajj awalnya menerima informasi jumlah peserta sebanyak 4.000 orang per hari selama dua hari, dengan total 8.000 peserta.
“Karena bersurat seminggu sebelumnya itu 4.000-4.000. Karena jumlahnya 8.000 dua hari. Tetapi di H-1 panitia menginformasikan di hari Minggu 6.000, di hari Senin 2.000,” jelasnya.
Menurutnya, kapasitas parkir di Grand El Hajj sebenarnya hanya mampu menampung sekitar 40 bus besar dan 100 kendaraan kecil, di luar area parkir motor. Secara SOP, kegiatan manasik bersifat mengalir, peserta setelah menyelesaikan rangkaian Wukuf, Muzdalifah, Mina, Lontar Jumrah, Tawaf, Sai hingga Tahalul seharusnya langsung naik bus dan pulang.
Namun pada pelaksanaan kemarin, alur tersebut tidak berjalan. Peserta menumpuk di dalam area manasik karena adanya aktivitas dokumentasi foto-foto, sehingga bus yang seharusnya keluar bergantian menjadi tertahan, sementara bus lain terus berdatangan dari luar.
“Flow yang tidak mengalir di manasiknya, sehingga terjadi over capacity di Asrama Haji Cipondoh. Dan berdampak kepada bus yang parkir yang seharusnya tidak pada tempatnya,” kata Muafiq.
Ia menambahkan, sebenarnya parkir bus sudah disiapkan di area khusus dan pengeluarannya pun diatur bertahap 2 hingga 3 bus agar tidak menimbulkan kemacetan. Namun karena alur manasik yang stuck, terjadi penumpukan hingga ke luar area Grand El Hajj.
Terkait jumlah personel, ia menyebutkan Grand El Hajj mengerahkan 40 karyawan dan 7 personel keamanan. Ditambah bantuan dari Dishub sebanyak 11 personel, Dinas Kesehatan 4 personel, serta aparat kepolisian dan panitia dari Forum PAUD. Total petugas di lapangan diperkirakan mencapai 80 hingga 90 orang.
Ke depan, pihaknya menjadikan kejadian ini sebagai evaluasi mendalam. Pihak pengelola akan membatasi jumlah peserta manasik sesuai dengan kapasitas tampung Asrama Haji.
“Menjadi evaluasi mendalam ke depan untuk tidak lagi melakukan manasik dengan jumlah yang sangat banyak. Ke depan kita akan batasi betul penyelenggaraan manasik itu dibatasi yang memang bisa tertampung di Asrama Haji Cipondoh,” tegasnya.
Pihaknya juga menegaskan, surat permohonan bantuan pengaturan lalu lintas kepada Polsek, Dishub dan Dinkes memang diajukan oleh pihak Grand El Hajj sebagai bentuk mitigasi, meskipun seharusnya menjadi tanggung jawab panitia penyelenggara.
“Ini menjadi catatan kami, kami akan membatasi jumlah pengguna layanan manasik sesuai kemampuan atau kapasitas yang bisa ditampung,” pungkasnya.
Sumber : NrfDlh/Snss






