Limbah Pemotongan Ayam Diduga Cemari Aliran Sungai di Margajaya, Warga Khawatir Dampak Kesehatan

  • Bagikan

Media InfoXpos.com – Lebak, Banten – Kamis, (20/08/2026) Dugaan pencemaran lingkungan hidup kembali menjadi sorotan. Limbah yang diduga berasal dari aktivitas pemotongan ayam pedaging di sekitar Situ Pelayangan, Desa Margajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, diduga dibuang ke aliran sungai atau kali.

Berdasarkan informasi dan hasil pantauan awak media, kondisi air aliran sungai tersebut dilaporkan menjadi kotor serta menimbulkan bau tidak sedap. Kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak terhadap masyarakat yang berada di sepanjang hingga hilir aliran sungai.

Kekhawatiran semakin besar mengingat saat ini sedang berlangsung musim kemarau. Debit air sungai mengalami penyusutan, sementara sebagian masyarakat disebut masih membutuhkan air kali tersebut untuk keperluan sehari-hari, seperti mencuci pakaian, membersihkan peralatan rumah tangga, bahkan mandi.

Dengan kondisi debit air yang semakin kecil, masuknya tambahan limbah dari aktivitas pemotongan ayam dikhawatirkan membuat kualitas air semakin menurun. Limbah organik dari aktivitas pemotongan unggas, apabila tidak dikelola dengan baik, berpotensi menimbulkan bau, meningkatkan beban pencemar, serta menjadi media pertumbuhan mikroorganisme.

Aktivitas pemotongan ayam tersebut diketahui diduga milik seseorang berinisial AI. Menurut keterangan yang diperoleh awak media, pemilik usaha sebelumnya telah diingatkan beberapa bulan lalu agar segera menyediakan dan membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Namun hingga Kamis, 20 Agustus 2026, fasilitas IPAL yang dimaksud diduga masih belum tersedia.
Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan serius. Sebab, pengelolaan limbah dari kegiatan usaha yang berpotensi menghasilkan air limbah seharusnya menjadi perhatian penting, terutama apabila lokasi pembuangan atau aliran limbah berdekatan dengan badan air yang masih dimanfaatkan masyarakat.

Awak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada AI pada Rabu, 19 Agustus 2026, untuk meminta penjelasan terkait dugaan pembuangan limbah tersebut serta perkembangan pembangunan IPAL. Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan jawaban atau tanggapan.

Diduga Membutuhkan Penanganan Serius
Masyarakat dan pihak terkait diharapkan tidak menyepelekan persoalan ini. Sungai atau kali bukan tempat pembuangan limbah tanpa pengelolaan yang memadai, terlebih apabila airnya masih digunakan oleh warga di wilayah hilir.

Dampak yang dikhawatirkan bukan hanya persoalan bau dan perubahan warna atau kualitas air, tetapi juga potensi gangguan kesehatan apabila masyarakat terus melakukan kontak dengan air yang tercemar. Risiko tersebut perlu diuji dan dipastikan melalui pemeriksaan kualitas air oleh instansi atau laboratorium yang berwenang.

Awak media meminta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lebak, instansi kesehatan terkait, serta pemerintah setempat untuk turun langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan sumber limbah, kondisi aliran sungai, kualitas air, serta kepatuhan pengelola usaha terhadap ketentuan pengelolaan lingkungan hidup.

Apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pencemaran atau pelanggaran dalam pengelolaan limbah, maka penanganan perlu dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pihak pengelola usaha juga diharapkan segera memberikan klarifikasi dan melakukan langkah nyata dalam pengelolaan limbah, termasuk menyediakan sistem pengolahan air limbah yang layak apabila memang diwajibkan berdasarkan jenis dan skala kegiatan usahanya.

Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan air di musim kemarau justru harus menghadapi risiko akibat kualitas air yang diduga tercemar.

Berita ini disusun berdasarkan informasi dan temuan awal yang diperoleh awak media. Dugaan pencemaran dan dampaknya masih memerlukan pemeriksaan langsung serta pengujian oleh instansi yang berwenang. Media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi AI maupun pihak-pihak terkait.

(DR)

  • Bagikan
Exit mobile version