Media Infoxpos.com – Nias – Tim Investigasi DPD LIRA Nias melakukan kunjungan investigasinya pada pembangunan program revitalisasi satuan pendidikan di SDN 078438 Dekha Kecamatan Ma’u Kabupaten Nias Sumut pada hari Senin tanggal 26 Januari 2026.
Kepala sekolah Toloatulo Gulo mengatakan pembangunan program revitalisasi yang anggarannya bersumber dari Kementerian Pendidikan RI sebesar Rp. 1.151.000.000,00.
Pada anggaran tersebut yang dibangun ruangan UKS, ruangan administrasi, rehapan ruang kelas, rehapan ruang perpustakaan, dan juga 1 unit toilet, dan juga beberapa mobiler.
Kasek Toloatulo Gulo mengakui pada pelaksanaan program revitalisasi ini terlambat, karena pada ketentuan dimulai pada awal september selesai pada 31 desember 2026. Namun belum bisa selesai karena bahannya seperti plafon tidak ada yang jual, kami sudah melakukan upaya mencari beberapa toko di kota Gunungsitoli namun tidak ada, itulah kendala keterlambatan penyelesaian pembangunan revitalisasi ini.
Maka kami telah mengusulkan kembali ke pusat untuk memperpanjang waktu, sampai tgl 24 Januari 2026. Namun tetap tidak selesai dikerjakan, alasannya bahan bangunannya tidak mudah terakses,” jelasnya.
Selain itu, kepala sekolah Toloatulo Gulo berharap kepada pemerintah agar ada kelanjutan pembangunan ruang kelas karena sejak 38 tahun lamanya tidak pernah ada pembangunan khusus ruang kelas,” harapnya.
Sementara ditempat terpisah ketua DPD LIRA Nias Denius Gulo di sekretariat DPD LIRA Nias Hiliweto Kecamatan Gido, Senin (26/1), mengatakan bahwa telah melakukan kunjungan investigasi di SDN 078438 Dekha.
Tim DPD LIRA Nias menilai dengan keterlambatan pekerjaan pembangunan revitalisasi di SDN Dekha ini karena kepala sekolah lalai dan tidak serius melakukan tugas dan tanggungjawabnya.
Kalau alasannya kurang mendukung akses masalah bahan bangunannya, sesuatu hal yang tidak masuk akal karena kendaraan roda empat masuk jalan hotmix sampai di desa Dekha.
Kalau alasannya tidak ada plafon di kota Gunungsitoli, boleh saja kita terima alasan itu mungkin sudah habis terjual. Tapi ini sudah diberikan perpanjangan kontrak waktu, masih saja tidak mau tepati.
Boro-boro kepada sekolah meminta pembangunan selanjutnya sementara pembangunan yang sudah ada belum mampu dituntaskan.
Dan pengakuan kepala sekolah Toloatulo Gulo ini terus menurun drastis, hanya jumlah siswanya hanya 56 orang siswa. Menurut Denius Gulo mengatakan bahwa ini tidak ada prestasi ini kepada sekolah, hanya keinginan meminta agar mau digelontorkan sementara jumlah siswanya sangat sedikit.
Denius Gulo meminta pihaknya dinas pendidikan kabupaten Nias untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program revitalisasi satuan pendidikan di SDN Dekha. (Mm)






