Media Infoxpos.com – Jakarta – (15/01/2026) Pengelolaan sampah rumah tangga masih menjadi permasalahan utama di kawasan permukiman, khususnya di wilayah perkotaan yang memiliki tingkat kepadatan penduduk tinggi.
Peningkatan jumlah penduduk, perubahan pola konsumsi, serta penggunaan produk sekali pakai menyebabkan volume sampah terus bertambah dari waktu ke waktu. Kondisi ini sering kali tidak diimbangi dengan sistem pengelolaan sampah yang memadai, sehingga sampah rumah tangga dibuang tanpa pemilahan dan berakhir di tempat pembuangan akhir.
Pola pengelolaan yang masih bersifat kumpul–angkut–buang menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti pencemaran lingkungan, bau tidak sedap, tersumbatnya saluran air, serta meningkatnya risiko gangguan kesehatan masyarakat.
Di tingkat RT/RW, permasalahan sampah umumnya disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya. Banyak warga yang belum memahami pentingnya pemilahan sampah dan penerapan prinsip pengurangan, penggunaan kembali, serta daur ulang.
Keterbatasan sarana pendukung dan kebiasaan lama yang telah berlangsung bertahun-tahun juga menjadi faktor penghambat dalam penerapan pengelolaan sampah yang lebih baik.
Akibatnya, lingkungan permukiman menjadi kurang tertata dan kualitas hidup masyarakat menurun.
Gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle) merupakan salah satu solusi strategis dalam mengatasi permasalahan sampah rumah tangga.
Reduce menekankan upaya pengurangan timbulan sampah sejak awal melalui pembatasan penggunaan barang sekali pakai.
Reuse mendorong pemanfaatan kembali barang yang masih layak pakai agar tidak langsung dibuang, sedangkan Recycle bertujuan mengolah sampah menjadi produk baru yang memiliki nilai guna.
Penerapan konsep 3R di tingkat rumah tangga dan komunitas RT/RW dinilai efektif karena langsung menyasar sumber utama penghasil sampah.
Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan fokus pada penguatan budaya pengelolaan sampah rumah tangga melalui gerakan 3R berbasis RT/RW.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab serta berkelanjutan.
Pelaksanaan kegiatan PKM dilakukan dengan pendekatan edukatif, partisipatif, dan pemberdayaan masyarakat. Pendekatan edukatif diwujudkan melalui penyuluhan yang memberikan pemahaman mengenai jenis-jenis sampah, dampak pengelolaan sampah yang tidak tepat, serta manfaat penerapan gerakan 3R dalam kehidupan sehari-hari.
Materi disampaikan secara sistematis dan komunikatif agar mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.
Pendekatan partisipatif diterapkan dengan melibatkan warga secara aktif dalam kegiatan diskusi dan tanya jawab.
Masyarakat diberi ruang untuk menyampaikan pengalaman, kendala, serta pandangan mereka terkait pengelolaan sampah di lingkungan tempat tinggal. Melalui keterlibatan langsung ini, masyarakat tidak hanya menjadi objek kegiatan, tetapi juga subjek yang berperan aktif dalam keberhasilan program.
Selain itu, pendekatan pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui pendampingan praktik pengelolaan sampah serta pemberian sarana pendukung berupa tempat sampah terpilah. Penyediaan fasilitas ini bertujuan membiasakan masyarakat memilah sampah organik dan anorganik serta menerapkan prinsip 3R secara langsung.
Sasaran kegiatan meliputi seluruh warga RT/RW, dengan fokus pada ibu rumah tangga sebagai pengelola utama aktivitas domestik serta remaja dan anak-anak sebagai generasi penerus yang perlu ditanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga berbasis 3R. Antusiasme warga terlihat dari tingkat partisipasi yang tinggi dalam kegiatan penyuluhan dan diskusi.
Masyarakat mulai memahami perbedaan jenis sampah serta dampak jangka panjang yang ditimbulkan apabila sampah tidak dikelola dengan baik.
Perubahan perilaku masyarakat juga mulai terlihat setelah kegiatan dilaksanakan.
Warga mulai membiasakan diri memilah sampah sebelum dibuang, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta memanfaatkan kembali barang bekas untuk keperluan rumah tangga. Keberadaan tempat sampah terpilah menjadi faktor pendukung yang membantu masyarakat menerjemahkan pengetahuan yang diperoleh ke dalam praktik nyata sehari-hari.
Secara keseluruhan, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui penerapan gerakan 3R berbasis RT/RW memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga.
Pendekatan edukatif dan partisipatif yang diterapkan mampu mendorong perubahan pemahaman dan perilaku warga ke arah yang lebih peduli lingkungan. Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan pengurus lingkungan, gerakan 3R berpotensi menjadi budaya yang berkelanjutan dan mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang bersih, sehat, dan nyaman.
Penulis
“Maulana Ibrohim, Firman Turiaigo Gulo, Joddy Gunawan (Mahasiswa Universitas Pamulang” (Mm)






