Media Infoxpos.com – KOTA TANGERANG – Galian optik yang dilakukan di beberapa lokasi di Kota Tangerang dapat membahayakan warga sekitar. Pasalnya, galian tersebut tidak diberi tanda dan pengamanan memadai diduga dapat berpotensi membahayakan masayarakat maupun pengguna jalan.
Menurut keterangan warga, galian optik tersebut telah dilakukan sejak siang hari, namun belum ada tanda-tanda pengamanan yang mempuni.
” Tanda peringatan tidak memadai, pengerjaannya juga ga jelas buat apa engga ada tulisannya cuma di batesin pake karung, ” kata Bule.
Sementara itu, salah satu pekerjaan menyatakan bahwa pengerjaan tersebut bermula di Depan Pom Bensin Gerendeng, Karawaci, Kota Tangerang, Banten.
” Pengerjaan optik telkom, Ngerjainnya dari situ (sembari menunjuk depan pom bensin gerendeng-red), waspangnya Erik, ngerjainnya sampe depan sana (sembari mengarahkan ke arah per 3an jalan arah kantor dinas PUPR Kota Tangerang-red) ,” ucap pekerja yang enggan di sebutkan namanya.
”Tadi juga ada pol pp (diduga trantib- red) abis gitu dia lewat aja gapapa katanya,” tambahnya
Namun, anehnya pekerja lainnya juga mengungkap bahwa pengerjaan tersebut adalah pemasangan kabel untuk kamera pemantau.
”Buat CCTV ini bang (sapanya kepada wartawan dilokasi), orang dari pemerintah juga,” ujarnya.
Diketahui, pengerjaan galian tersebut digunakan untuk fiber optik milik salah satu vendor atau perusahaan di bidang jaringan telekomunikasi (Internet-red) yang diduga milik Gas Net atau Pgascom ataupun kelompok perusahaannya dimana pengerjaan galian lainnya juga sedang di kerjakan di berberapa titik diantaranya, dekat Fly Over Taman Cibodas, Cimone (Jalan Raya Merdeka) , dan depan Pom Bensin Gerendeng (Jl. Oto Iskandardinata).
Dihari yang sama, Kasi Tramtib, Mario Kempes saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, pihaknya mengaku belum mengetahui, namun, akan segera melakukan monitoring terhadap dugaan pengerusakan jalan yang diduga luput dari perizinan.
” Iya nanti ini udah kita atensikan nanti ada anggota yang mau merapat ke TKP, ditunggu aja, ” tegas Mario, Senin (16/2).
Namun hingga saat ini pihak penanggung jawab ataupun perusahan terkait belum dapat dikonfirmasi.
Sumber : Tim Likaliku Network/Ali Fahmi Sangpunjaga






