Media infoxpos.com – Lebak – Banten – Minggu, (15/02/2026). Dugaan penggelapan buku tabungan dan kartu ATM bantuan sosial (bansos) kembali mencuat. Kali ini, kasus tersebut diduga melibatkan oknum pemerintah desa di Desa Cikaret, Kecamatan Cigemblong, Kabupaten Lebak.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa seorang warga Kampung Ciseupan, Desa Cikaret, inisial (SKI) 35, diduga tidak memegang buku tabungan maupun kartu ATM bansos yang seharusnya menjadi hak pribadinya. Keduanya diduga dikuasai oleh oknum perangkat desa dengan alasan pengkolektifan. Akibatnya, warga tersebut tidak dapat secara mandiri mengakses dana bantuan yang menjadi haknya, Saat Dipertanyakan Oleh Pemilik Tersebut, Namun Alasannya Tidak ada Atau Hilang.
Lebih memprihatinkan, warga tersebut diketahui tinggal di sebuah gubug reyot yang nyaris roboh. Kondisi tempat tinggalnya sangat jauh dari kata layak, dengan dinding rapuh dan atap yang mengkhawatirkan keselamatannya, terutama saat musim hujan dan angin kencang.
Warga sekitar mempertanyakan kepedulian dan pengawasan pemerintah setempat terhadap kondisi sosial masyarakat yang jelas membutuhkan perhatian serius. Bantuan sosial sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu untuk meringankan beban hidup, bukan justru menimbulkan persoalan baru.
Jika dugaan penguasaan atau penggelapan buku tabungan dan kartu ATM tersebut benar adanya, maka tindakan tersebut dapat berpotensi melanggar hukum. Pengelolaan dan pencairan dana bansos semestinya dilakukan secara transparan dan akuntabel sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Masyarakat mendesak agar pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum serta instansi pengawas di tingkat kabupaten, segera melakukan klarifikasi dan investigasi menyeluruh atas dugaan ini. Transparansi dan keterbukaan sangat dibutuhkan agar hak-hak warga miskin benar-benar terlindungi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Cikaret, Meski Upaya Konfirmasi sudah dilakukan oleh Awak media, Pada Minggu, 15 Pebruari 2026, Via WhatsApp.
terkait dugaan tersebut. Warga berharap ada langkah nyata dari pemerintah daerah untuk memastikan bantuan sosial tersalurkan tepat sasaran serta memperhatikan kondisi tempat tinggal warga yang sangat memprihatinkan.
(Dede : R)






