Media Infoxpos.com – Lebak – (26/3/2025) Sungguh Miris oknum kepala desa (kades) Cempaka, bukanya memberikan hak jawab atas pemberitaan yang sudah tayang di beberapa media online, malah memblokir nomor WhatsApp wartawan, diduga kuat Tidak mau di konfirmasi terkait dugaan pungutan liar (pungli) yang ada di desanya, melalui Bantuan Sosial (Bansos) yang di anggarkan dari dana desa (DD) melalui bantuan langsung tunai (BLT) Rp.900.000, (Sembilan Ratus Ribu Rupiah) bagi keluarga penerima manfaat (KPM) dengan adanya bantuan tersebut di duga ada oknum perangkat desa (perades) telah Pangkas sebesar Rp.100.000, (Seratus Ribu Rupiah) Oleh oknum yang tidak bertanggung jawab khusus nya di Desa Cempaka kecamatan cirinten kabupaten Lebak provinsi Banten.
Saat dikonfirmasi” KPM salah satu warga desa cempaka penerima bansos BLT dd lansia, inisial (K) menjelaskan, “Iya dapat Rp” 900,000 (sembilan ratus ribu rupiah) maka saya ngasih Rp” 100,000 (Seratus ribu rupiah) ke orang desa walau pun itu mah mau kita aja” ungkapnya.
Di hubungi Samu’n selaku kades cempaka melalui telpon whatsapp, eh malah nomer wartawan di blokir, maka di duga kuat kades tersebut alergi terhadap wartawan,
Di tempat terpisah Rohim selaku Lembaga swadaya masyarakat (LSM) gerakan hak asasi manusia Nusantara, (Gerahamtara) Angkat bicara” Dengan adanya tidak memberikan hak jawab untuk klarifikasi terkait adanya dugaan pungli tersebut maka saya menduga kuat bahwa ini ada kongkalikong dengan kadesnya, padahal sebelumnya saya sudah datang ke rumah nya secara baik2 namun penyambutan pigur seorang kades dan kata2 kurang sedap,, maka saya selaku LSM akan membikin Lapdu”
pungkasnya ”
(Dede)