MIRIS NASIB WARGA DESA INI..!AKIBAT PEMBANGUNAN JALUR KCIC,SAWAH SELAMA DUA TAHUN TAK BISA DI GARAP KARENA SALURAN AIR TERTIMBUN

  • Bagikan
banner 468x60

 

Infoxpos.com – Purwakarta – Pembangunan infrastruktur oleh pemerintah pusat yang bertajuk kereta cepat Indonesia cina (KCIC) jalur KRL untuk penghubung Jakarta-Bandung ini mengisahkan derita bagi warga masyarakat Kp cimanem RT13/RW06 DS Cibogo hilir Kecamatan Plered kabupaten Purwakarta

banner 336x280

 

Tidak tanggung-tanggung,sawah warga seluas 50hektar lebih,tidak dapat di fungsikan atau di garap lagi karena di sebabkan saluran air tertimbun,”jalur untuk mengairi sawah di tutup atau di timbun oleh pihak kontraktor pelaksana.

Sehingga hari ini Selasa (11/08/2020) warga kampung kp cimanem Desa cibogo hilir kecamatan plered kabupaten purwakarta harus turun lagi ke lokasi untuk melakukan orasi Yang ke tiga kalinya,meminta tanggung jawab kontraktor pelaksana agar saluran air yang tak berpungsi lagi untuk di perbaiki seperti sedia kala supaya air mengalir ke sawah-sawah warga

 

Salah satu warga yang di angkat oleh masyarakat sebagai ketua kelompok tani mbah Wardi(70)saat di temui awak media warga menyampaikan orasi memaparkan”setelah adanya pembangunan jalur kcic ini,sawah kami tak dapat lagi kami garap karena saluran air di tutup oleh pelaksana,,’apakah ini ada kesalahan teknik atau bagaimana,,kami warga tidak mengerti apa yang ada di benak para kontraktor ini sampai harus menutup bendungan aliran sawah padahal secara teknik seandainya di alihkan itu bisa,bila air menggangu proyek tersebut”jelasnya.

terkait masalah ini juga,telah kami sampaikan kan kepada pemerintah daerah dan bahkan ke pusat DPR,namun seakan belum ada respon dari pemerintah pusat atas keluhan warga ini.seyogia nya inikah kemerdekaan yang di maksud,hanya karena proyek untuk kemajuan global di negara ini,tapi kami terimbas untuk kelangsungan hidup karena rata-rata masyarakat yang ada di sini masih menyandarkan dari hasil tani atau menggarap sawah,namun sawah kami juga sudah dua tahun ini seakan mati suri akibat dugaan kesalahan dalam teknik pelaksanaan kontraktor,”ujarnya”

 

Terpisah,,Asep camat plered yang di temui kru media ini di ruang kerja nya memaparkan terkait orasi yang di sampaikan masyarakat kepada kontraktor atas saluran air yang tertutup”kita juga sebagai perwakilan pemerintah daerah telah melaporkan persoalan ini ke kabupaten dan dinas terkait,yaitu dinas pertanian dan cipta karya”namun saat ini belum ada tanggapan apapun”jelas nya,,kami juga sudah secara formal mengajukan.kami mendengarkan apa yang di keluhkan warga,”namun karena ini proyek nasional,kita juga menunggu hasil dari atasan”tutup nya,karena kami haya bisa mendorong atupun membantu masyarakat semaksimal mungkin. supaya masyarakat dengan adanya proyek kcic tidak merasa di rugikan,dan masalah ini secepatnya terselesaikan.

Reporter Liputan
(Asep Bima)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *